Siswa merupakan peserta didik yang seringkali dijadikan sebagai indikator keberhasilan suatu proses pembelajaran di sekolah. Berhasil tidaknya suatu kegiatan pembelajaran di sekolah dapat diukur dari kemampuan beberapa siswa yang berprestasi. Bahkan asumsi beberapa orang tua siswa tentang baik tidaknya mutu kualitas pembelajaran di sekolah dapat dianalisa dari prosentasi kelulusan siswa kelas IX( SMP) dalam menghadapi Ujian Nasional.
Pihak sekolah selalu berupaya untuk meningkatkan pelayanan pendidikan terhadap masyarakat untuk meningkatkan hasil kelulusan siswa-siswinya. Salah satu program untuk meningkatkan hasil kelulusan adalah mengadakan kegiatan pemantapan materi pelajaran yang di-UNkan. Kegiatan pemantapan merupakan pemberian materi pengayaan untuk materi pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA untuk seluruh siswa kelas IX yang dilaksanakan setelah kegiatan pembelajaran reguler .
Keberhasilan program pemantapan sangat dipengaruhi oleh kesiapan, motivasi seluruh siswa yang merespon seluruh materi pemantapan yang diberikan oleh guru penyaji. Pembelajaran IPA dituntut untuk dapat mengembangkan ketrampilan berfikir siswa dan dapat memahami konsep-konsep IPA sesuai dengan tujuan kurikulum (Depdiknas, 2005) Untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran IPA tersebut harus terdapat kesirnegisan sikap siswa dalam menanggapi proses pembelajaran materi pemantapan yang diberikan guru penyaji.
Masalah yang sering dihadapi oleh guru IPA yang berkaitan dengan siswa dalam merespon materi pemantapan IPA adalah beragamnya karakteristik siswa dalam satu kelompok pembelajaran sehingga rencana pembelajaran yang sudah dibuat seringkali menjadi tidak efektif, pembelajaran menjadi membosankan bagi sebagian siswa yang cukup tanggap terhadap materi yang diberikan, atau pembelajaran dirasakan terlalu cepat bagi beberapa siswa yang kurang tanggap...
selengkapnya ....

0 Komentar